Mengenal Lokasi Karamnya Kapal KM Joko Berek di Jawa Timur

Mengenal Lokasi Karamnya Kapal KM Joko Berek di Jawa Timur

Kapal motor Joko Berek karam di perairan Pelawangan Puger, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kemarin. Kapal nelayan yang memuat 22 anak buah kapal itu tenggelam ketika akan merapat ke pantai karena dihantam gelombang tinggi. “Sebanyak 12 nelayan selamat, 6 nelayan meninggal, dan 4 nelayan hilang,” kata Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara Jember, Ajun Komisaris Harry Pamoedji, di Pantai Pancer, kemarin malam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, mengatakan proses evakuasi terus dilakukan bersama tim gabungan BPBD Jember, Polisi Perairan dan Udara, Kepolisian Sektor Puger, personel TNI Angkatan Laut, relawan, serta keluarga korban. “Kami menyisir sekitar bibir Pantai Pancer, namun hingga kini korban hilang belum ditemukan,” kata Heru, kemarin.

Gelombang tinggi menyebabkan perahu terbalik dan karam. Seluruh anak buah kapal tercebur ke laut. “Ada beberapa ABK yang tidak bisa berenang terseret ombak,” ujar Heru. Enam korban yang meninggal adalah Cecep, 45 tahun, Soim (50), Hadi (21), Ulum (35), Abdul Kowi (55), dan Hasan (50). Lima orang pertama adalah warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Sedangkan Hasan berasal dari Desa Tutul, Kecamatan Balung. Adapun empat orang yang dinyatakan hilang adalah P. Budi, 47 tahun, Munaji (45), Sapi’i (60), dan Pong. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan gelombang laut di selatan Pulau Jawa masih tinggi. Ia mengimbau masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di laut dan pinggir pantai. “Jika kondisi tak memungkinkan, kurangi aktivitas di laut.” Di Trenggalek, sebuah perahu nelayan pecah setelah dihantam ombak di perairan Teluk Glonjo, Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. Satu nelayan dinyatakan hilang. Perahu jenis jukung yang dikemudikan Ahmad Lutpianto, 30 tahun, itu ditemukan dalam kondisi pecah oleh nelayan lain. Koordinator Tim Pencari dan Penyelamat Kabupaten Trenggalek, Asnawi Suroso, mengatakan perahu tersebut dihantam ombak ketika Ahmad akan menarik alat untuk mencari udang. Perahu pun terbalik dan pecah. Tim SAR, anggota Polsek Munjungan, dan personel Koramil Munjungan pun menyisir sekitar lokasi penemuan kapal. Sebelumnya, di perairan Binuangeun, Lebak, Banten, dua penumpang tewas dalam kecelakaan yang menimpa kapal motor Orange. Kedua korban, yakni Atiah, 50 tahun, dan Emah, 55 tahun, adalah koki yang dibawa rombongan Institut Pertanian Bogor untuk studi satwa primata di Pulau Tinjil