Masuknya Investor Asing di Sektor Peternakan Sapi dan Jagung

Kementerian Pertanian (Kemtan) mengklaim saat ini sudah ada sejumlah investor yang tertarik masuk di bisnis peternakan sapi dan jagung. Diperkirakan ada potensi investasi di peternakan sapi sekitar Rp 6,9 triliun dan pertanian jagung Rp 1,68 triliun. Dengan masukan investasi ke dua sektor itu, diharapkan produksi daging sapi dan jagung lokal bakal meningkat. Kepala Satuan Tugas Kemudahan Berusaha Kemtan Syukur Iwantoro mengatakan, hingga Mei 2018 lalu, ada lima calon investor yang tertarik berinvestasi di peternakan sapi.

harga genset perkins untuk peternakan sapi

Sementara untuk pertanian jagung ada tiga investor yang tertarik untuk masuk. “Dengan investasi ini, diperkirakan akan ada tambahan produksi daging sapi sebanyak 128.000 ton atau setara dengan 237.000 ekor sapi. Produksi jagung akan bertambah menjadi 64.000 ton,” klaim Syukur, pekan lalu. Sayangnya, Syukur tidak mau menjelaskan lebih detail nama-nama investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di bisnis peternakan sapi dan pertanian jagung tersebut. Dia hanya bilang, untuk investasi peternakan sapi dibutuhkan lahan seluas 169.000 hektare (ha) . Sementara komoditas jagung dibutuhkan lahan seluas 16.000 ha.

Syukur yang juga Sekretaris Jenderal Kemtan ini menambahkan, investasi peternakan sapi akan ada di Sumba dan Kupang (Nusa Tenggara Timur), Riau, dan Kalimantan Tengah. Investor yang akan menanamkan uangnya di Sumba berasal dari Brasil dan sudah masuk sejak satu setengah tahun lalu. Investor asal Yordania berencana masuk di bisnis integrasi tebu dan peternakan sapi di lahan seluas 25.000 ha. Sedangkan investor pertanian jagung berasal dari China.

Menurut Syukur, saat ini proses investasi tengah menunggu perizinan lahan seluas 6.000 ha di Kabupaten Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf pesimis investasi peternakan sapi akan berkembang. Pasalnya, bisnis peternakan sapi saat ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dari regulasi. Contohnya adalah kebijakan impor daging beku dan kebijakan impor sapi bakalan dengan skema 1:%. “Yang diperlukan sektor riil adalah kepastian berusaha dan iklim yang kondusif, bukan kebijakan kontra produktif,” ujarnya.

Untuk mendukung sebuah perternakan dibutuhkan genset yang dapat mengalirkan listrik ketika malam hari. Genset berguna untuk menyuplai listrik dalam hal penerangan ketika listrik dari PLN padam. Tak hanya disitu, listrik juga berguna untuk menghidupkan sanyo air yang biasa digunakan untuk membersihkan kandang sapi. Vgenset sebagai distributor resmi genset perkins menyediakan berbagai macam genset dengan bermacam-macam kapasitas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi workshop v-genset.com di link berikut https://v-genset.com/ready-stock-genset/harga-genset-perkins/